Saturday, November 23, 2019

UPDATE Klasemen Liga 1 Usai Hasil Akhir PSM vs Bali United - Juku Eja Salip Persib dan Arema

UPDATE Klasemen Liga 1 Usai Hasil Akhir PSM vs Bali United - Juku Eja Salip Persib dan Arema

UPDATE Klasemen Liga 1 Usai Hasil Akhir PSM vs Bali United - Juku Eja Salip Persib dan Arema

UPDATE Klasemen Liga 1 Usai Hasil Akhir PSM vs Bali United - Juku Eja Salip Persib dan Arema
flashscore
Klasemen Sementara Liga 1 2019 usai hasil laga PSM vs Bali United, Sabtu (23/11/2019) malam. 


Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul UPDATE Klasemen Liga 1 Usai Hasil Akhir PSM vs Bali United - Juku Eja Salip Persib dan Arema, https://pontianak.tribunnews.com/2019/11/23/update-klasemen-liga-1-usai-hasil-akhir-psm-vs-bali-united-juku-eja-salip-persib-dan-arema.
Penulis: Haryanto
Editor: Haryanto
Gara-gara Penalti Gaib Arema FC, Persija Minta PSSI Istirahatkan Wasit Ikhsan Prasetya Jati

Gara-gara Penalti Gaib Arema FC, Persija Minta PSSI Istirahatkan Wasit Ikhsan Prasetya Jati

Gara-gara Penalti Gaib Arema FC, Persija Minta PSSI Istirahatkan Wasit Ikhsan Prasetya Jati

Bola.com, Malang - Persija Jakarta merasa dirugikan dengan kepemimpinan wasit Ikhsan Prasetya Jati ketika ditahan imbang 1-1 oleh Arema FC pada pekan ke-28 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (23/11/2019).
Keputusan pengadil pertandingan memberi hadiah tendangan penalti kepada tuan rumah membuat tim berjulukan Macan Kemayoran ini geram.
Wasit Ikhsan menunjuk titik putih pada menit ke-86 setelah menganggap pemain Persija Jakarta menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti. Sepintas dari tayangan ulang, tidak ada pemain Macan Kemayoran yang melakukan handball.
Bola hanya mengenai paha Sandi Sute dan pinggang Ryuji Utomo. Tangan Ryuji memang sempat bergerak ke atas. Namun, itu karena refleks untuk menghindari bola.
"Yang saya lihat juga seperti itu dan kalau memang mengenai tangan pun, kejadian itu di luar kotak penalti," ujar Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko kepada Bola.com, Sabtu (23/11/19)
 Kebobolan di Menit Terakhir, Persija Salahkan Wasit

Kebobolan di Menit Terakhir, Persija Salahkan Wasit

Sabtu, 23 Nov 2019 20:39 WIB

Kebobolan di Menit Terakhir, Persija Salahkan Wasit

Muhammad Aminudin - detikSport
Makan Konate gagalkan kemenangan Persija Jakarta dan laga berakhir imbang 1-1. (H Prabowo/Antara)Makan Konate gagalkan kemenangan Persija Jakarta dan laga berakhir imbang 1-1. (H Prabowo/Antara)

Malang - Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, kecewa berat dengan hasil seri 1-1 d kandang Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2019. Dia menuding kemenangan Macan Kemayoran dirampas wasit.

Persija unggul lebih dulu melalui tandukan Marko Simic dalam laga dengan Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (23/11/2019). Tapi, mereka batal menang setelah penalti Konate Makan di menit terakhir berbuah gol.

"Wasit tidak begitu membela Persija, padahal kami bermain bagus," ujar Edson kepada wartawan usai pertandingan.


Edson menilai kartu kuning tak seharusnya dikeluarkan wasit untuk pemain Persija. Dia semakin kecewa ketika wasit Ikhsan Prasetya Jati memberikan penalti setelah salah satu pemain Persija handball.

"Kita harusnya tidak dapat kartu kuning, dan juga penalti," Edson menerangkan dengan nada kecewa.

Hasil imbang itu membuat Persija mengumpulkan 35 poin dan kini menempati urutan ke-11, tepat di bawah Tira Persikabo dan melampaui Persebaya Surabaya.

Wednesday, November 20, 2019

Gelandang Malaysia Sebut Laga Lawan Timnas Indonesia Lebih Sulit

Gelandang Malaysia Sebut Laga Lawan Timnas Indonesia Lebih Sulit

Gelandang Malaysia Sebut Laga Lawan Timnas Indonesia Lebih Sulit daripada Thailand

By Taufan Bara Mukti - Rabu, 20 November 2019 | 18:35 WIB
Malaysia Vs Timnas Indonesia di Kualifikasi PIala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019).
MEDIA PSSI
Malaysia Vs Timnas Indonesia di Kualifikasi PIala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019).
BOLASPORT.COM - Gelandang timnas Malaysia, Brendang Gan, mengomentari pertandingan kontra timnas Indonesia yang berakhir dengan skor 2-0 untuk tuan rumah.
Timnas Indonesia harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 dari timnas Malaysia pada matchday kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (19/11/2019).
Dua gol timnas Malaysia diborong oleh Safawi Rasid pada menit ke-30 dan 73.
Ini merupakan kekalahan kelima beruntun bagi timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Timnas Garuda pun menjadi satu-satunya tim ASEAN yang belum mendapat poin di babak kualifikasi ini.
Gelandang Malaysia, Brendan Gan, turut mengomentari pertandingan kontra timnas Indonesia.
Pemain berdarah Australia-Malaysia itu menyebut bahwa pertandingan melawan timnas Indonesia bukan laga yang mudah.
Timnas U-22 Indonesia untuk SEA Games 2019

Timnas U-22 Indonesia untuk SEA Games 2019

Mutiara Kasta Kedua di Timnas U-22 Indonesia untuk SEA Games 2019

By Nungki Nugroho - Rabu, 20 November 2019 | 16:00 WIB
Winger Timnas U-23  Indonesia, Witan Sulaiman melakukan selebrasi saat berhasil mencetak gol ke gawang Thailand di Piala Merlion 2019.
DOK. FLONA HAKIM
Winger Timnas U-23 Indonesia, Witan Sulaiman melakukan selebrasi saat berhasil mencetak gol ke gawang Thailand di Piala Merlion 2019.
Kirab Budaya Cirebon Timur

Kirab Budaya Cirebon Timur

Kirab Budaya Kabupaten Cirebon Masuk Kalender Pariwisata Nasional

kirab-budaya-HUT-Kab-Cirebon-(4)
TARIK WISATAWAN: Pj Bupati Cirebon, Dicky saromi mengikuti Kirab Budaya dan Pameran Kepariwisataan Kabupaten Cirebon, kemarin. Foto: Ilmi Yanfa Unnas/ Radar Cirebon
CIREBON – Kirab Budaya dan Pameran Kepariwisataan Kabupaten Cirebon masuk kalender event pariwisata nasional, Kementerian Pariwisata RI. Dan, Sabtu (30/3), kirab budaya yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Cirebon mendapat sambutan antusias dari warga.
Asisten Deputi Kementerian Pariwisata RI, Wawan Gunawan mengatakan, pergelaran budaya Kabupaten Cirebon termasuk Kirab Budaya ini sudah masuk kalender event nasional Kementerian Pariwisata RI.  Wawan mengatakan tidak sembarangan event pariwisata yang bisa masuk kalender pariwisata nasional.
“Kalau masuk kalender ini (pariwisata nasional, red) ada beberapa kategori. Dan alhamdullilah Kabupaten Cirebon masuk, yakni Cirebon Katon. Cirebon Katon ini sudah masuk di tingkat nasional, bahkan internasional,” tuturnya.
Mengangkat tema Budaya Tan Anna Sirna, Kirab Budaya Kabupaten Cirebon diikuti 40 kecamatan dan diikuti perwakilan kabupaten dan kota tetangga.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon, Dicky saromi mengatakan, kirab budaya adalah rangkaian acara Hari Jadi ke-537 Kabupaten Cirebon. Ia pun menyampaikan pesan Sunan Gunung Jati yang harus dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat Kabupaten Cirebon.
“Ada dua pesan dalam kegiatan ini, yakni pesan Sunan Gunung Jati dalam melestarikan budaya, dan bersatu dalam memajukan pembangunan Kabupaten Cirebon,” tuturnya.
Selain itu pesan Sunan Gunung Jati lainnya yakni ingsun titip tajug lan fakir miskin menurut Dicky harus diaplikasikan oleh segenap masyarakat Kabupaten Cirebon.
“Pesan kedua Sunan Gunung Jati yakni ingsun titip tajug dan fakir miskin ini sangat luar biasa. Ini pesan yang harus diterapkan sehari-hari di dalam kehidupan kita, termasuk juga para pemimpinnya,” ungkapnya.
Sementara itu Wagub Jabar, UU Rijalul Ulum mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat mengapresiasi kegiatan kirab budaya ini. ”Pemprov sangat mengapresiasi kegiatan kirab budaya ini. Karena ini dapat mengenalkan potensi pariwisata di Jawa Barat. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi,” ujarnya. (den)
Tradisi turun temurun panjang jimat kraton kacirebonan

Tradisi turun temurun panjang jimat kraton kacirebonan

Tradisi Panjang Jimat Keraton Cirebon

Prosesi Muludan yang dilaksanakan secara bersamaan setiap 12 Rabiul awal tahun Hijriyah itu disebut Tradisi Panjang Jimat. Namun, ketiga Keraton tetap melaksanakannya dengan sejarah dan tatacara masing-masing. Yang jelas, biasanya di alun-alun Keraton Kasepuhan sebelum acara puncak sudah diramaikan oleh pasar rakyat.
Muludan merupakan peristiwa penting sebagai bentuk ekspresi dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Cirebon yang memiliki 3 kesultanan, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, Muludan diartikan juga sebagai cara dalam mengingat jejak para leluhur. Berguru dan memaknai ketauladanan Nabi, Wali, dan Para Sultan terdahulu. 
Prosesi Muludan yang dilaksanakan secara bersamaan setiap 12 Rabiul Awal Hijriyah itu disebut Tradisi Panjang Jimat. Namun, ketiga Keraton tetap melaksanakannya dengan sejarah dan tatacara masing-masing. Yang jelas, biasanya di alun-alun Keraton Kasepuhan sebelum acara puncak sudah diramaikan oleh pasar rakyat. Sementara prosesi Panjang Jimat di tiga keraton terhitung aktif selama satu minggu. Semua persiapan dan pekerjaan dilakukan masyarakat secara sukarela dan turun temurun.
Tradisi Panjang Jimat memiliki kekuatan menghadirkan orang untuk berada dalam satu ruang publik. Ruang terjadinya interaksi sosial sehingga masyarakat bisa bersilaturahim langsung dengan sultan. Peristiwa Muludan pun berada dalam waktu yang sakral yang diyakini kalau doa memiliki kekuatan tersendiri. Maka, berbondong-bondonglah  masyarakat datang untuk memanjatkan doa, berzikir penuh dengan keyakinan dan semangat hidup. Doa, keyakinan, dan harapan yang menjadi kekuatan hidup.
Sementara itu, kehadiran pengunjung dari berbagai wilayah memberi peluang untuk gelar dagangan di pasar rakyat yang berlangsung hampir satu bulan. Akhirnya pasar tidak hanya menjadi tempat berputarnya uang dalam proses jual beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi para pengunjung berbagai usia. Hal ini menunjukan, Muludan tidak hanya menjadi ruang sakral, tetapi juga sebagai ruang hiburan masyarakat.
Hingga saatnya tiba, di Keraton Kasepuhan, sejumlah benda pusaka, termasuk piring serta perabotan dapur buatan Tiongkok dihiasi tulisan Arab berupa ajaran tauhid berbunyi Syahadat yang diyakini dibawa langsung oleh Sunan Gunung Jati serta benda bersejarah lainnya, diarak dari Bangsal Prebayaksa ke Langgar Agung Keraton untuk dibacakan Barzanji. Jimat sendiri merupakan akronim dari kata “diaji” dan “dirumat” yang artinya ajaran-ajaran Islam dipelajari dan diamalkan dengan mencontoh Nabi Muhammad SAW. Sebuah pesan simbolik untuk mempertahankan tauhid sepanjang hayat.
Di keraton Kanoman, Panjang Jimat digelar sekira pukul 21.00 WIB setelah sebelumnya dibunyikannya Gong Sekati (gamelan Sekaten).  Ditandai dengan sembilan kali bunyi lonceng Gajah Mungkur yang berada di gerbang depan keraton. Tiupan pluit mengisyaratkan warga agar memberikan jalan bagi iring-iringan keluarga keraton yang diikuti abdi dalem menuju langgar alit berjarak sekitar 500 meter.
Di Keraton Kacerbonan, Muludan di mulai dengan memandikan barang pusaka pada pagi hari dan malam harinya akan di kirab menuju masjid di samping keraton. Setelah iringa-iringan Panjang Jimat masuk kedalam masjid, akan dilaksanakan Marhabanan, Tawasulan, dan juga doa-doa bersama untuk kebaikan masyarakat.